Menjaga Performa Motor Tempel 2 Tak

scroll down

Halo Sobat Bahari, pada pembahasan kali ini kita akan memberikan “Tips Menjaga Performa Motor Tempel 2 Tak”. Kita akan menggunakan motor tempel Yamaha tipe E40GMH sebagai contoh ya Sobat.

Apa artinya Performa Motor tempel?

Mungkin Sobat Bahari masih banyak yang belum paham tentang performa mesin pada motor tempel milik sobat bahari, yang akan dibahas di sini adalah performa mesin dalam internal combustion atau pembakaran di dalam mesin itu sendiri.

Apa Saja Faktor utama performa mesin?

Sobat Bahari, terdapat tiga faktor utama penting untuk menjaga performa motor tempel Sobat, yang pertama adalah “Bahan Bakar”, yang kedua adalah “Pengapian” dan yang terakhir adalah “Kompresi”.


Bahan Bakar

Seperti yang Sobat Bahari ketahui, bagi sobat yang sudah memiliki motor tempel jenis ini (2 tak), bahan bakar yang biasa sobat gunakan adalah bahan bakar campuran / pre-mix, seperti yang sudah dijelaskan di dalam buku service manual motor tempel sobat untuk perbandingannya adalah setiap 50 liter bahan bakar / bensin dicampur dengan 1 liter oli Yamalube 2T atau perbandingan 50:1.

Pada saat melakukan pembelian motor tempel, Sobat Bahari akan mendapatkan satu buah tangki bensin / bahan bakar untuk motor tempel sobat bahari dengan kapasitas 25 liter, maka untuk mencampurkan oli Yamalube ke dalam tangki tersebut, Sobat Bahari cukup mencampurkan sebanyak 0,5 liter. Ingat, hanya mencampurkan oli ke dalam bensin dengan menggunakan oli Yamalube 2T jangan dengan oli merk lain, karena oli Yamalube 2T sudah dirancang oleh insyinyur Yamaha di Jepang untuk memperpanjang umur komponen motor tempel sobat bahari.

Untuk mengukur seberapa banyak oli yang akan dicampur ke dalam tangki bensin tersebut, contoh ada dua buah botol oli 2T, yaitu Yamalube kapasitas 1 liter dan Yamalube kapasitas 0,5liter, jadi untuk mencampur Yamalube dengan besin di dalam tangki 25 liter tersebut, Sobat cukup menggunakan Yamalube yang kapasitas 0,5liter.

Bagaimana cara mengukur campuran oli untuk bensin 1 liter, 2liter, 5 liter, dan 10liter?

Jika Sobat Bahari memiliki botol oli Yamalube 2T kapasitas 1 liter, pada tutup botol Yamalube tersebut sudah diukur ternyata volumenya adalan 0,02 liter atau sebanding dengan kapasitas bensin 1 liter. Jadi singkatnya, untuk Sobat Bahari yang masih bingung cara mengukur pencampuran bensin dengan oli di lapangan, cukup mencampur 1 liter bensin dengan oli Yamalube 2T, maka cukup melakukan 1 kali takaran pada tutup botol oli Yamalube 2T ini. Lalu seterusnya jika Sobat Bahari ingin mencampurkan bensin sebanyak 5 liter, maka dilanjutkan dengan mencampuri sebanyak 5 takaran tutup botol, begitu terus selanjutnya untuk bensin 10 liter dan seterusnya.


Pengapian

Di Mesin E40G, ada bagian namanya Spull (kumparan), kemudian ada jalur reactfire, koil, ada kabel busi, kemudian ada dua buah busi yang masing-masing untuk satu silinder. Singkatnya, jadi di dalam Kumparan terdapat lilitan kabel dengan magnet akan terjadi induksi pada saat berputar, yang nantinya akan menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC), kemudian arus tersebut mengalir ke komponen reactfire, di dalam komponen ini arus yang masuk bolak-balik kemudian akan diubah menjadi arus yang searah (DC), lalu arus yang sudah diubah menjadi searah tersebut masuk ke komponen berikutnya yaitu Coil, arus DC yang sebelumnya masih berukuran kecil tersebut akan diperbesar di dalam koil ini, lalu selanjutnya arus yang sudah diperbesar tersebut masuk ke kabel busi dan busi akan menghasilkan percikan api. Seperti itu singkatnya Pengapian di dalam Motor tempel Yamaha Sobat.

Salah satu faktor baiknya pengapian pada motor tempel ada pada kondisi busi itu sendiri, nah bagaimana contohnya busi yang baik? berikut ini adalah contoh busi pada motor tempel yang masih dalam kondisi baik ya sobat, pada motor tempel E40 busi ini bertipe B7HS.

Yang harus diperhatikan untuk busi yang dalam kondisi baik adalah pada kepala busi, terdapat namanya elektroda yang melengkung, dan elektroda yang tegak di tengah, dan ada juga insulator yang berwarna putih. Secara fisik, busi yang kondisi baik adalah yang elektroda tegak yang di tengah dan yang melengkung tidak rusak dan bersih, dan pastikan insulatornya masih dalam kodisi yang utuh, krn jika insulator sudah rusak atau tidak utuh lagi akan terjadi kebocoran listrik.

Jika sobat tidak memiliki alat filler gauge, Sobat bisa menggunakan mata gergaji besi seperti gambar di bawah ini untuk mengetahui celah busi masih dalam kondisi baik, hal ini dikeranakan tebal mata gergaji besi adalah 0,69mm.

Sobat dapat mengganti busi pada saat melaut, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sobat harus mempersiapkan busi spare untuk diganti, lalu sobat harus mempunyai kunci busi untuk bisa membuka busi motor tempel tersebut, dan jangan lupa untuk mengganti pada saat kondisi gelombang ombak sedang tenang, sobat harus memperhatikan juga keselamatan sobat saat mengganti busi pada saat laut tenang jangan sampai terjadi kecelakaan.

Langkahnya untuk mengganti busi pada saat melaut

Pertama, jika kondisi sudah memuungkinkan untuk mengganti busi, sobat bisa melakukan “Full Tilt” motor tempel tersebut, yaitu mengangkat motor tempel sampai posisi tegak, seperti pada gambar.

Jika motor tempel sudah pada posisi full tilt, lalu kemudian dibuka “Top Cowling”, jika Top Cowling sudah dibuka, maka sobat bahari hanya tinggal melepas busi yang ingin diganti dengan busi baru menggunakan kunci busi yang sudah sobat bahari persiapkan sebelumnya. Pergantian busi ini seharusnya tidak memakan waktu banyak jika sobat sudah pernah mengganti busi motor tempel sebelumnya.

Lalu jika busi sudah diganti dengan yang baru, sobat bisa mengembalikan posisi Trim mesin ke keadaan posisi propeller miring, dan melakukan starter untuk pengetesan motor tempel, jika mesin sudah menyala, Sobat Bahari bisa memasang kembali Top Cowling motor tempel sobat, lalu melanjutkan perjalanan melaut Sobat.


Kompresi

Kompresi adalah tekanan dalam ruang bakar yang dibutuhkan untuk memampatkan campuran bahan bakar, udara dan oli, sehingga pada saat terjadi percikan api, kompresi ini akan bisa menendang piston untuk melakukan langkah tenaga.

Apa yang terjadi jika motor tempel tidak ada kompresinya? Mesin akan susah dihidupkan dan mesin  tempel akan kurang tenaga.

Bagaimana cara mengetahui motor tempel dengan kompresi yang baik ? Sobat bisa melakukan penarikan recoil starter, lalu merasakan jika tarikan agak berat dan padat, juga ada seperti letupan angin di dalam motor tempel, maka sudah bisa dipastikan motor tempel tersebut mempunyai kompresi yang bagus.

Sebaliknya jika tarikan recoil starter sobat ringan, bisa dipastikan motor tempel tersebut tidak ada kompresinya.

Demikian artikel yang “Tips menjaga performa motor tempel 2 tak”, jika sobat ingin melihat lebih jelasnya, silahkan simak video berikut :

 



Anda Perlu Bantuan?

Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk kami, anda dapat menghubungi kami melalui form kontak ini. Atau anda dapat menghubungi nomor telepon bagian penjualan di:

  +62-21-390-5193

Agen Resmi Yamaha

Kunjungi agen penjual resmi di area anda bila anda membutuhkan layanan perawatan dan berbaikan, bantuan terkait pembelian atau klaim garansi.

Klik tautan yang tersedia untuk daftar agen resmi Yamaha

  Agen Resmi

Pesan melalui Yamaha Marine

Kunjungi situs Yamaha Marine (yamahamarine.id) dan lakukan pemesanan langsung untuk produk yang anda inginkan

  Yamaha Marine ID

Pendaftaran Garansi Online

Dapatkan perlindungan garansi dari PT. KBA untuk setiap pembelian motor tempel Anda.

Klik tautan dibawah ini untuk mendaftarkan garansi secara resmi.Situs PT. KBA akan membuka laman baru khusus untuk pendaftaran garansi.

Daftar Garansi

PT Karya Bahari Abadi (PT KBA) turut berkontribusi dengan menyediakan produk produk transportasi air, berikut dengan dukungan komponen serta purna jual yang tertata rapi.

Selengkapnya

    

Indonesia | English

Call PT. KBA
  +62-21-390-5193

Layanan pelanggan
Masukkan data anda untuk mengunduh dokumen